Rabu, 13 Oktober 2010

Protein

A.Pengertian

Protein yang namanya berarti “pertama” atau “utama” merupakan komponen utama dalam semua sel hidup. Pada sebagian besar jaringan tubuh, protein merupakan komponen terbesar setelah air. Kira-kira lebih dai 50% berat kering sel merupakan protein. Protein adalah senyawa organik yang terdiri atas unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan banyak pula yang mengandung belerang dan fosfor.
Secara kimiawi protein merupakan senyawa polimer yang tersusun atas satuan asam-asam amino sebagai monomernya. Asam-asam amino terikat satu sama lain melalui ikatan peptida, yaitu ikatan antara gugus karboksil (-COOH) dengan gugus amina (NH3). Proses pembentukan ikatan peptida ini disertai dengan pelepasan air (Estien Yazid, 2006).
Protein adalah polipeptida yang memiliki kira-kira 100 sampai 1800 atau lebih residu asam amino. Protein alamiah memiliki 20 jenis asam amino. Untuk setiap protein tertentu, urutan dan jenis asam amino penyususnnya sangatlah spesifik.


B.Klasifikasi Protein
Ditijau dari strukturnya, protein dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu golongan protein sederhana dan protein gabungan. Yang dimaksud protein sederhana adalah protein yang hanya terdiri atas molekul-molekul asam amino, sedangkan protein gabungan adalah protein yang terdiri atas protein dan gugus buakn protein. Gugus ini disebut gugu prostetik dan terdiri atas karbohidrat, lipid atau asam nukleat.


C.Analisis Kualitatif Protein
1.Reaksi Xanthoprotein
Larutan asam nitrat pekat ditambahkan denagan hati-hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah menjadi kuning apabila dipanaskan. Reaksi yang terjadi adalah nitrasi pada inti benzena yang terdapat pada molekul protein. Jadi reaksi ini positif untuk protein yang mengandung tirosin, triptofan, dan fenilalanin.

2.Reaksi Hopkins-Cole
Triptofan dapat berkondensasi dengan beberapa aldehida dengan bantuan asam kuat dan membentuk senyawa yang berwarna. Larutan protein yang mengandung triptofan dapat di reaksikan dengan pereaksi Hopkins-Cole yang mengandung asam glikosilat. Setelah dicampur dengan pereaksi Hopkins-Cole, asam sulfat dituangkan perlahan sehingga membentuk lapisan di bawah protein. Beberapa saat kemudian akan terjadi cincin ungu pada batas antara kedua larutan tersebut. Pada dasarnya reaksi Hopkins-Cole memberi hasil positif khas untuk gugus indol dalam protein.

3.Reaksi millon
Pereaksi Millon adalah larutan merkuro dan merkuri nitrat dalam asam nitrat. Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan protein, akan menghasilkan endapan putih yang dapat berubah menjadi merah oleh pemanasan. Pada dasarnya reaksi ini positif untuk fenol-fenol. Jadi protein yang mengandung tirosin akan memberikan hasil positif.

0 komentar:

Posting Komentar