Selasa, 23 November 2010

Titrasi pengendapan (Pengantar Argentometri)

Titrasi pengendapan adalah golongan titrasi di mana hasil reaksi titrasinya merupakan endapan atau garam sukar larut. Prinsip dasrnya adalah reaksi pengendapan yang cepat mencapai kesetimbangan pada saat penembahan titran, tidak ada pengotor yang mengganggu dan diperlukan indikator untuk menentukan titik akhir titrasi (Khopkar, 2007¬).
Salah satu jenis titrasi pengendapan yang populer adalah Argentometri. Analisis argentometri merupakan analisis kuantitatif volumetri yang didasarkan pada proses pengendapan dan pebentukan garam perak dengan menggunakan AgNO3 sebagai larutan standar. Garam AgNO3 yang digunakan dapat berupa AgNO3 proanalisis (murni) sebagai zat standar. Biasanya larutan sampelnya merupakan sampel yang mengandung ion halida atau sianida. Titik ekivalen dalam titrasi ini dicapai saat konsentrasi ion sampel sama dengan konsentrasi Ag+ (Vogel, 1994).
Dalam titrasi Argentometri tedapat tia indikator yang telah digunakan selama bertahun-tahun. Metode Mohr menggunkan ion kromat (CrO42-) untuk mengendapkan Ag2CrO4 yang berwarna coklat. Metode Volhard menggunakan ion Fe3+ untuk membentuk kompleks berwarna dengan ion tiosianat (SCN-). Dan metode Fajans memanfaatkan indikator absorbsi (Underwood, 1986).

0 komentar:

Posting Komentar