Kromatografi adalah metode fisika untuk pemisahan, dalam mana komponen-komponen yang akan dipisahkan didistribusikan antara dua fase, salah satunya merupakan lapisan stationer dengan permukaan yang luas, dan fase yang lain berupa zat cair (fluid) yang mengalir lambat (perkolasi) menembus atau sepanjnag lapisan stationer (A. I. M. Keulemans, 1959). Fase stationer dapat berupa zat padat atau cair, dan fase geraknya dapat berupa cairan atau gas. Berdasarkan fase stationer dan fase geraknya kemudian kromatografi dibagi ke dalam empat kelompok, yaitu:
1. cairan (fase gerak)-padat (fase stationer) : Kromatografi orisinil Tswett dengan larutan petroleum eter dan kolom CaCO3 dan kromatografi pertukaran ion.
2. Gas-padat : Kromatografi gas padat atau GSC
3. cair-cair : Kromatografi partisi pada kolom gel silika dan kromatografi kertas
4. gas-cair : Kromatografi gas cairan atau GLC (Underwood,1986).
Kemudian berdasarkan interaksinya, kemudian kromatografi dibagi ke dalam:
1. Kromatografi Adsorbsi
Untuk memisahkan suatu campuran, dapat digunakan adsorben zat padat seperti alumina sebagai fasa tetap dan dengan pelarut tertentu. Dalam kromatografi jenis ini cepat lambatnya suatu komponen bergerak bergantung pada interaksi dengan adsorben yang digunakan. Semakin kuat suatu komponen terserap, maka semakin lambat komponen tersebut bergerak. Dengan keadaan ini maka diharapkan pemisahan akan terjadi secara sempurna (Hardjono S, 1985).
2. Kromatografi Partisi
Perbedaan mendasar jenis interaksi ini adalah sifat dari penyerapnya, di mana dalam kromatografi partisi fase diam berupa materi berpori seperti kieselguhr, yang dilapisi dengan lapisan dari zat cair (sering pula digunakan air). Fase tetap adalah lapisan zat cair dan zat padat bertindak sebagai penyangga atau penyokongnya (Hardjono S, 1985).






0 komentar:
Posting Komentar