1. Analisa elusi
Metoda ini merupakan metoda paling penting dan digunakan secara intensif dalam kromatografi partisi. Dalam metode ini elusi dilakukan dengan mengalirkan fasa gerak hingga campuran terpisah sempurna menjadi komponen-komponennya. Harus diperhatikan bahwa fasa gerak yang digunakan tidak boleh memberi efek bagi fasa diamnya (Hardjono, S.1985).
Elusi pertama dilakukan oleh TSWETT pada tahun 1903 untuk memisahkan pigmen-pigmen daun, pigmen tersebut dapat nampak jelas pada kolom karena warnanya. Senyawa-senyawa tak berwarna dapat pula dilihat lokasinya dengan bantuan sinar ultraviolet (Hardjono, S.1985).
2. Analisa frontal
Dalam analisa frontal larutan dicampurkan terus-menerus hingga kolom menjadi jenuh. Larutan yang keluar dari bagian bawah kolom diukur terus-menerus. Sebagai contoh, campuran yang mengandung tiga komponen A, B, dan C. Anggaplah bahwa komponen A merupakan komponen yang paling lemah terserap oleh fasa diam dalam kolom, kemudia B, dan C yang paling kuat diserap. Jika larutan ditambah terus-menerus, maka komponen A yangmemiliki kemungkinan terbesar akan keluar dari kolom terlebih dahulu. Ketika ditambah terus menerus maka kemungkinan semua komponen akan keluar, namun pada keluaran setelah keluaran pertama maka akan terjadi pencampuran antara komponen A, B, dan C karena penambahan senyawa yang sama secara terus-menerus (Hardjono, S.1985).
3. Analisa perpindahan gerakan
Analisa jenis ini merupakan gabungan dari analisis elusi dengan analisis frontal. Seperti dalam metoda elusi, sejumlah kecil dari campuran diletakkan di atas kolom, kemudian larutan yang lebih kuat diserap ditambahkan secara terus-menerus dari atas kolom. Senyawa ini disebut senyawa pengganti (diplacer). Setiap komponen akan keluar sesuai dengan interaksinya dengan fasa diam di dalam kolom. Komponen yang paling kuat terserap kemudian didorong keluar oleh displacer tadi (Hardjono, S.1985).






0 komentar:
Posting Komentar