Kamis, 30 Desember 2010

Kitosan


Kitosan adalah turunan utama kitin yang dihasilkan melalui proses deasetilasi kitin. Kitosan pertama kali ditemukan oleh Rouget pada tahun 1859. Kitosan adalah biopolimer glukosamin linier yang terbentuk dari unit ulang 2-amino-2deoksi-D-glukosa atau disebut (1,4)2-amino- 2deoksi-D-glukosa dan ini merupakan nama resmi kitosan yang mempunyai berat molekul rata-rata 120.000 (Muzzarelli, 1977). namun kitosan dirujuk dari hasil proses deasetilasi kitn dengan derajat depolimerasi yang berbeda-beda (Agusnar,2006).
Kitosan merupakan polisakarida alami dari kopolimer glukosamin dan N-acetylglukosamin, dan dapat diperoleh dari deasetilasi kitin (khan et al, 2002). Metoda penyediaan kitosan pertama kali dibuat oleh Hope Seyler pada tahun 1894 yaitu dengan merefluksi kitin dalam alrutan kalium hidroksida paha temperatur 180 oC dan proses deasetilasi kitin dapat terjadi tanpa pemutusan rantai polimernya (Muzzarelli, 1973).
Berbagai metode digunakan untuk menyediakan kitosan dengan derajat deasetilasi tertentu, diantaranya Horowitz, Wolfrom, Broussignae, dan Fujita (Muzzarelli, 1977). Hidrolisis gugs asetil pada kitin dapat dilakukan dengan menggunakan larutan NaOH kuat, didikuti pencucian, pengubahan pH dan proses pengeringan. Pada tahap ini kitosan masih berbetuk kepingan kasar dan dapat dihaluskan mengikuti ukuran tertentu (Agusnar, 2006).
Cara untuk mendapatkan kitosan yang lebih murni yaitu dengan melarutkan kitosan dalam larutan asam asetat, disaring sehingga diperoleh hasil yang jernih yang kemudian dikeringkan sehingga diperoleh kitosan murni dalam bentuk garam kitosium yang larut dalam air. Untuk mendapatkan hasil murni dalam bentuk amina bebas, endapan harus dicuci dan dikeringkan (Sand ford dan Hutching, 1987).

0 komentar:

Posting Komentar